<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The keynote journal with DePe</title>
	<atom:link href="http://dpratama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dpratama.wordpress.com</link>
	<description>Its my vision and my journey to the UTOPIA</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Sep 2010 11:23:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dpratama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The keynote journal with DePe</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dpratama.wordpress.com/osd.xml" title="The keynote journal with DePe" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dpratama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lets talk about Jakarta!</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/13/lets-talk-about-jakarta/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/13/lets-talk-about-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 11:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[catatan ulang tahun Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal harian Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, ibukota negara Indonesia ini. Sering juga disebut sebagai kota impian buat sebagian orang dan bahkan ada beberapa orang yang menganggap tinggal di Jakarta adalah suatu kota segala harapan. Sehingga ga salah kalau tingkat urbanisasi di kota ini semakin meningkat dari hari ke hari. Ah, apalah kalimat klise ini muncul ketika gw sedang menikmati debu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=31&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, ibukota negara Indonesia ini. Sering juga disebut sebagai kota impian buat sebagian orang dan bahkan ada beberapa orang yang menganggap tinggal di Jakarta adalah suatu kota segala harapan. Sehingga ga salah kalau tingkat urbanisasi di kota ini semakin meningkat dari hari ke hari. Ah, apalah kalimat klise ini muncul ketika gw sedang menikmati debu dan asap kendaraan bermotor di tengah terbitnya kota JAkarta.</p>
<p>Tapi klau dari sudut pandang gw sendiri, Jakarta adalah kota yang ga lebih lebih dari kota urban. Segala macam kaum urban ada disini! Mulai dari yang marginal sampai dengan masyarakt mainstream pada umumnya! Tapi kenapa semua orang mengatakan Jakarta adalah jawaban semua impian orang?!</p>
<p>Padahal masih dari sudut pandang gw sendiri, Jakarta ga lebih dari korban dari sentralisasi suatu negara yang salah atur. MISMANEJENEN (meminjam istilah dari salah seorang mantan gubernur DKI). Hmm, agak sedikit dengan sedikit meng-angguk2n kepala walaupun gw kurang setuju dengan pendapat beliau ini.</p>
<p>Menurut gw, kekacauan JAkarta adalah akibat mentalitas masyarakatnya yang kurang siap dalam menghadapi masyarakat urban. Ambil satu contoh adalah kemacetan yang semakin hari semakin mengharu biru pagi dan sore di Jakarta. Padahal sudah banyak teori aplikatif yang terbukti ampuh di negara lain diterapin juga di Jakarta, contoh adalah busway. Tapi apa nyatanya? Yang ada jalur busway itu dijadiin jalur bebas hambatan buat kendaraan lain.  Apa faktor utama yang menjadi implementasi busway menjadi suatu isapan jempoL? Coba perhatiin, frekuensi laju kendaraan yang melintas di atas jalur bercat merah itu? Metro mini? Mikrolet? Motor? dan bahkan ga jarang jg gw ngeliat mobil2 mewah yang nekat &#8216;menebas&#8217; jalur itu! Dan yang lebih mengenaskan lagi adalah seorang polisi yang mengijinkan perbuatan itu dengan dalih sebgai alternatif pengurang kemacetan! Heran&#8230;</p>
<p>Yah bosen dengan kemacetan di Jakarta, akhirnya gw memutuskan untuk mencoba kendaraan umum yang lebih merakyat, yaitu bus kota PPD dan mikrolet. Ternyata dan akhirnya (mungkin) gw menemukan alasan lain kenapa Jakarta menjadi semakin semrawut dan semakin parah. Mentalitas kita semua sebagai penumpang, aksi &#8216;jagoan&#8217; supir dan keneknya membuat kita sebagai penumpang terbiasa dengan aksi dijemput angkutan. Dimana efeknya&#8230; Seperti yang kita lihat sekarang, dimana penumpang melakukan penyetopan disembarang tempat dan sang &#8216;ksatria&#8217; angkot dkk mengamini semua penumpang yang &#8216;ugal-ugal&#8217;an. Pada ahirnya gw cuma tertawa didalam hati, tidak bisa mengutuk, ga bisa komplain, ga bisa berbuat apa-apa lagi.. *sigh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=31&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/13/lets-talk-about-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini dia dagelan DPR</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/06/ini-dia-dagelan-dpr/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/06/ini-dia-dagelan-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 15:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[DPR INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[JURNAL DPR]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBANGUNAN GEDUNG DPR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://dpratama.wordpress.com/2010/09/06/ini-dia-dagelan-dpr/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini gw merasa selalu tergelitik dengan berita atau apa yang terjadi di DPR/MPR. Bukan karena sekarang gw lebih kritis dengan politik, tapi karena gw ngerasa &#8220;lucu&#8221; dengan semua hal yang dipikirkan oleh anggota nya. Dimulai dengan dana aspirasi sebesar sekian miliar rupiah yang disinyalir akan digunakan anggota2nya untuk mewujudkan aspirasinya. Bagus?! Memang.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=73&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun belakangan ini gw merasa selalu tergelitik dengan berita atau apa yang terjadi di DPR/MPR. Bukan karena sekarang gw lebih kritis dengan politik, tapi karena gw ngerasa &#8220;lucu&#8221; dengan semua hal yang dipikirkan oleh anggota nya.</p>
<p>Dimulai dengan dana aspirasi sebesar sekian miliar rupiah yang disinyalir akan digunakan anggota2nya untuk mewujudkan aspirasinya. Bagus?! Memang.. Tapi agak lucu sekaligus konyol, kenapa?! Ditengah usaha DPR untuk membangun citra dirinya menjadi lebih baik, tapi para anggotanya malah sibuk mengejar aspirasi mereka. Mengatasnakan rakyat?! Hmmm, baiklah.. Tapi seperti para rakyat sudah tenggelam dalam realita ketidakaslian para wakil rakyat yang ada disana. Aspirasi para anggota DPR?! patut dipertanyakan?!</p>
<p>Sedangkan beberapa bulan kemudian, ditengah bulan puasa ini. Gw kembali dibuat tersenyum lebar, setelah disuatu pagi gw mendengar bahwa para anggota DPR menuntut dibangunnya gedung baru, karena dianggap gedung yang sudah ada sudah kurang, sekali lagi &#8220;kurang&#8221; layak untuk dijadikan sebagai dewan perwakilan jadi negara demokrasi tercinta ini. Hmmm, baiklah alasan masih masuk akal. Beberapa hari kemudian gw mendengar lagi bahwa dana yang akan dikluarkan untuk pembangunan gedung ini sebesar IDR 1.6 T!! Can you imagine that? </p>
<p>Beberapa teman di twitter saya pun banyak yang sinis dan skeptis dengan apa yang direncanakan oleh kawan kawan kita diatas sana. IDR 1.6 T ini akan digunakan untuk membangun gedung dengan difasilitasi berbagai fasilitas mewah! Bahkan dari yang gw dengar gedung ini akan dilengkapi dengan kolam renang bahkan sampai spa.</p>
<p>Mendengar 1,6T ini sontak banyak membuat beberapa orang gerah termasuk gw. Oke, sebut gw sotoy atau bodoh tapi bukannya lebih baik uang segitu besar dibangun untuk memperbaiki negara kita? Proyek proyek tertunda, pembangunan yang merata di seluruh daerah di Indonesia, fasilitas kesehatan dan bahkan pembangunan pendidikan di Indonesia!</p>
<p>Betul betul lucu negara kita ini.. Sekali lagi gw cuma berdoa mudah2an gw bukanlah orang yang seperti itu dan Tuhan masih meridhoi negara ini untuk bergerak ke arah yang lebih  baik, amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=73&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/06/ini-dia-dagelan-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>beri hitam oh beri hitam</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/05/beri-hitam-oh-beri-hitam/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/05/beri-hitam-oh-beri-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 13:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry style]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry to you]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Blackberry, yup sekarang saya sedikit terkena imbas dari racun smartphone yang sedang memasuki masa jayanya saat ini. Di kantor saya, hampir semua orang menggunakan blackberry. Tidak hanya menggunakan bahkan topik pembicaraan mereka pun bergeser kastanya, yang pada awalnya mereka membicarakan bagaimana cara login Yahoo Messenger di HP kesayangan mereka. Kini mereka lebih asik membicarakan aplikasi-aplikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=64&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blackberry, yup sekarang saya sedikit terkena imbas dari racun smartphone yang sedang memasuki masa jayanya saat ini. Di kantor saya, hampir semua orang menggunakan blackberry. Tidak hanya menggunakan bahkan topik pembicaraan mereka pun bergeser kastanya, yang pada awalnya mereka membicarakan bagaimana cara login Yahoo Messenger di HP kesayangan mereka. Kini mereka lebih asik membicarakan aplikasi-aplikasi dan membicarakan pin pin blackberry messeger mereka.</p>
<p>Fenomena ini membuat saya menjadi sedikit minder dengan keadaan saya sekarang. Handphone dengan kamera dan pemutar MP3 sekarang tidak lagi bisa dijadikan senjata untuk menaikkan derajat pergaulan di lingkup perkawanan kelas menengah atau atas. Kenapa saya merasa minder? pertama karena hp saya sangat canggih di jamannya. Kedua, hp saya sangat tipis dan sangat tidak keren untuk dipajang atau diletakan di atas meja pada saat makan siang atau pada saat menghabiskan waktu bersama teman2 di sebuah restoran atau kafe.</p>
<p>Sebenarnya pergeseran status sosial yang disebabkn oleh ponsel pintar sudah menjadi ciri khas yg sangat khas dari masyarakat kosmopolitan ibukota tercinta. Pernah terlintas dalam pikiran saya untuk memaksakan diri untuk menjadi salah satu member dari strata sosial ini. Tapi setelah saya pikir pnjang, seperti memang bukan salah satu dari mereka.. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=64&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2010/09/05/beri-hitam-oh-beri-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>What a long time..</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2009/11/07/what-a-long-time/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2009/11/07/what-a-long-time/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 18:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Ga kerasa memang udah berbulan-bulan, gw sama sekali ga pernah nyentuh blog tercinta ini. Walaupun kurang populer, tapi entah kenapa gw merasa penting sekali menulis di sini. Tanpa gw sadari, ternyata hidup gw sedikit demi sedikit mulai berubah! Gw ga menolak untuk disebut ini proses pendewasaan atau terjebak dalam obsesi menjadi dewasa. Tapi emang begitulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=61&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ga kerasa memang udah berbulan-bulan, gw sama sekali ga pernah nyentuh blog tercinta ini. Walaupun kurang populer, tapi entah kenapa gw merasa penting sekali menulis di sini.</p>
<p>Tanpa gw sadari, ternyata hidup gw sedikit demi sedikit mulai berubah! Gw ga menolak untuk disebut ini proses pendewasaan atau terjebak dalam obsesi menjadi dewasa. Tapi emang begitulah keadaannya, terjebak dalam rutinitas, bosan dengan kerjaan, merasa dizalimi dalam praktik politik perkantoran, mengejar karir yang semakin jauh, merasa tersegarkan di hari Jumat, merasa menunggu hari gajian, dan sebagai-sebagainya!</p>
<p>Entah kenapa, selama menjadi 8to5 peoples gw merasa menjadi lebih paternistik (apa sih?!) dan lama kelamaan gw menjadi terbawa suasana orang-orang birokratik pada umumnya. Sempat terlintas bahwa rutinitas yang gw jalani sekarang mengekang kreatifitas gw, sehingga banyak teman2 gw yang protes kalau gw menjadi tidak produktif dalam beberapa hal.</p>
<p>Jenuh, itu kata pertama yang terlintas dalam otak gw ketika semua ini harus berjalan dengan lambat. Usaha promosi yang gagal, dilangkahi oleh junior di kampus, dan pada puncaknya merasa bahwa karir menjadi tersendat. Lalu semuanya pun bercabang menjadi emosi yang labil, status finansial yang goyah, keinginan yang tidak tercapai, dan yaaahh banyak lainnya.</p>
<p>Di waktu yang sangat menjenuhkan ini akhirnya gw kembali mendapatkan posisi sebuah majalah online yang menbahas mengenai pemikiran pemikiran yang baru. Ditawari pertama kali untuk menjadi posting editor dan juga untuk mengisi kolom khusus mengenai keseharian dan kehidupan kota. Cukup menarik walaupun dari sisi finansial tidak cukup membantu secara signifikan =D</p>
<p>Jadi nantikan terus update-an, yang gw usahakan update paling tidak seminggu sekali sesuai dengan deadline majalah online itu..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=61&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2009/11/07/what-a-long-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FB &#8211; Fotogenic Book</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2009/05/03/fb-fotogenic-book/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2009/05/03/fb-fotogenic-book/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 13:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[demam facebook]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena facebook]]></category>
		<category><![CDATA[photogenic]]></category>
		<category><![CDATA[potret sosialita facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Hujan yang semakin deras semakin membuat gue frustasi dengan keadaan di Jakarta. Genangan air dan keadaan lalu lintas yang semakin sensitif dengan air hujan. Beruntunglah Mark Zuckerberg menemukan situs jejaring sosial ini dan terberkatilah dengan adanya versi yang bisa diakses via berbagai piranti mobile. Luar biasa! Facebook, merupakan navigasi pertama saya ketika membuka browser mobile [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=58&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan yang semakin deras semakin membuat gue frustasi dengan keadaan di Jakarta. Genangan air dan keadaan lalu lintas yang semakin sensitif dengan air hujan. Beruntunglah Mark Zuckerberg menemukan situs jejaring sosial ini dan terberkatilah dengan adanya versi yang bisa diakses via berbagai piranti mobile. Luar biasa!</p>
<p>Facebook, merupakan navigasi pertama saya ketika membuka browser mobile dari telepon genggam tercinta saya di tengah kemacetan lalulintas Jakarta di Minggu ini. Dibalik setir, ditengah kejemuan, dan berada di era informatika. Mungkin seperti itu yang saya alami sekarang!</p>
<p>Berbagai update status menarik berada dihalaman utama tampilan account saya di Facebook. Berbagai teman-teman saya berlomba mencari perhatian dengan memasang status yang membuat &#8216;gatal&#8217; pembaca (temannya) untuk menuliskan kata-kata sebagai comment atau kan melakukan &#8216;persetujuan&#8217; dengan menekan ikon &#8216; i like&#8217; di bawah status teman tersebut.</p>
<p>Update status dan komentarin status menjadi hal yang biasa dalam kehidupan saat ini, tapi saat ini sore ini, saya lebih mempunyai titik perhatian yang berbeda dibandingkan membaca komentar2 teman saya terhadap status saya dan status teman saya. Yaitu foto-foto yang di upload di account anda sekalian..</p>
<p>Luar bias memang, dengan rata-rata teman saya melakukan uploading foto 50 foto per account. Eksis! Tapi satu hal yang menarik adalah mereka semua menjadi photogenic.</p>
<p>Semua teman saya berpose sama, dengan fasilitas kamera di hampir setiap gadget, memainkan jari dengan sudut pandang seragam dan KLIK! Ahh, tampak keren wajah kalian..</p>
<p>Kalau dipikir fenomena photogenic ini memang menyenangkan, instan, cepat, dan segera langsung bisa dipamerkan ke semua teman yang ada. Dan Facebook lagi-lagi jawaban kita semua untuk mengatasi masalah ini. Semua orang berlomba untuk mendapatkan hasil maksimal dengan peralatan dan modal minimal. Background meja restoran, papan iklan, ruangan resepsi menjadi pemandangan umum. INSTAN!</p>
<p>Di ujung semua ini saya jadi berpikir, mengapa saya tidak bisa menjadi photogenic juga seperti kalian? Irikah saya dengan semua ini? Hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=58&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2009/05/03/fb-fotogenic-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Journey to the West</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2009/01/04/journey-to-the-west/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2009/01/04/journey-to-the-west/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[definis dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[pendewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[usia 20an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Telepon gw cukup sering berdering dimalam-malam pergantian tahun 2008  kemarin, walaupun kebanyakan banyak yang saling ngucapin tahun baru, sedikit curhat, dan berbagi cerita konyol. Tapi bisa dibilang malam tahun baru tahun ini memang banyak memberikan pengalaman baru buat gw sendiri. Selain gw akhirnya bisa ketemu ataupun hanya bertemu suara dengan teman-teman lama (seperjuangan), dihari ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=49&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telepon gw cukup sering berdering dimalam-malam pergantian tahun 2008  kemarin, walaupun kebanyakan banyak yang saling ngucapin tahun baru, sedikit curhat, dan berbagi cerita konyol. Tapi bisa dibilang malam tahun baru tahun ini memang banyak memberikan pengalaman baru buat gw sendiri. Selain gw akhirnya bisa ketemu ataupun hanya bertemu suara dengan teman-teman lama (seperjuangan), dihari ini juga gw banyak menemukan pelajaran-pelajaran hidup dari temen-temen lama gw.</p>
<p>Dimulai dari sekitar jam 3 sore, gw ditelepon salah seorang temen SMA gw yang notabene udah lama banget ga ada kabarnya! Dalam pikiran gw cuma terlintas satu kata, &#8220;APA KABAR TEMAN?&#8221;. Ya, cuma kata-kata itu yang terlintas dalam benak gw ketika pertama kali dia nyebutin namanya dan sedikit introduksi kalau-kalau gw lupa sama dia. Ya mana mungkin gw lupa, dulu lo masih utang satu kali siomay sama gw ko&#8217;! Singkatnya, dia menceritakan mengenai kehidupannya sekarang, dimana dia sekarang berkerja, dan apa kesibukannya sekarang-sekarang ini. Dan pada akhir percakapan gw, dia menanyakan mengenai kabar-kabar dari teman-teman main kita dulu. Jujur, gw ga bisa jawab pertanyaan ini! Secara pada akhir-akhir ini memang gw jarang menemukan waktu yang cocok untuk sekadar berkumpul dengan teman-teman yang lain.</p>
<p>Tanpa dinyana, sudah jam 4 sore! Hebat, baru kali ini gw ngobrol dengan temen lama ampe sejam. Kalaupun bisanya gw malah lebih sering tuker-tukeran becandaan atau saling melemparkan jokes2 yang ga penting, tapi sekarang gw berdua bisa lebih serius dalam mengisi tema percakapan. Gw lebih senang dengan menyebut ini adalah sintom dari  usia 20-an dan sintom pertamanya adalah <strong>pendewasaan tema percakapan.</strong></p>
<p>Babak kedua dimulai jam 6n, selepas waktu solat Maghrib. Salah seorang tetangga gw, yang kebetulan temen main gw dari SD dateng berkunjung kerumah. Mungkin lebih tepatnya bukan seorang kali yah, tapi beberapa orang! Kedatangan mereka cukup mengejutkan gw, ini bisa dibilang reuni mengharukan dari 5 orang pria begajulan yang udah temenan dari SD sampe SMA. Kita ber 5 memang sudah agak lama ga ketemu, mungkin sudah sekitar 3 tahunan! Selain cuma ada 2 orang yang ada di Jakarta, sisanya berpencar di luar kota dan luar negeri untuk kuliah dan bahkan sekarang untuk kerja. Tapi ternyata pertemuan ini jauh dari kata mengharukan dan lebih tepat digambarkan dengan mengguncang. Karena salah seorang dari kami ternyata ada yang sudah menikah dan bahkan sudah punya anak 1 ekor! Luar biasa.. padahal dulu kami sama pecundangnya di mata cewe-cewe sekolah, cuma bisanya maen games di konsol atau komputer. Tapi sekarang malah sudah ada yang menikah! Disaat-saat itupun gw menjadi semakin tercengang-cengang ketika gw tahu bahwa istrinya pun bukan dari Indonesia, melainkan orang Malaysia. Wah, anak ini bakalan punya bpotensi untuk menjadi artis sinetron. Dan diujung pertemuan yang relatif singkat ini gw menjadi berpikir dan merumuskan sintom kedua, yaitu <strong>perubahan lingkungan pertemanan!</strong></p>
<p>Babak ketiga, dimulai keesokan harinya. Setelah gw melewatkan detik pergantian tahun baru dengan tertidur, gw akhirnya dikejutkan dengan rencana dadakan yang diadakan oleh beberapa orang temen-temen gw. Tanpa pikir panjangpun gw akhirnya menuruti kemauan mereka untuk mengadakan pertemuan di salah satu restoran fast-food di deket rumah gw. Awalnya gw memang tidak mengetahui tujuan dari pertemuan dadakan ini dan tidak beberapa lama kemudian, gw tersedak bahwa ternyata pertemuan ini merupakan sebuah acara perpisahan yang diadakan salah seorang temen gw untuk pergi ke Jepang untuk kerja disana. Jujur babak ketiga ini merupakan babak yang cukup menyedihkan buat gw, setelah pacar gw pergi kerja ke Singapur sekarang salah seorang temen gw pun harus pergi ke Jepang. Dan yang paling menyedihkan adalah kenapa dia harus ke JEpanng!! Setelah ditanya alasannya untuk pergi ke Jepang adalah ternyata dia memang sudah menantikan kesempatan ini dari perusahaan tempatnya berkerja seakrang. Selain itu, pendapatan di Jepang memang lebih menjanjikan dibandingkan di Indonesia dan yang terpenting adalah ini adalah misi untuk tidak berjauhan dengan suaminya! hwehehe.. Dan inipun mengeluarkan sintom ketiga yaitu <strong>perpisahan untuk kemajuan.</strong></p>
<p>Dan babak terakhir dimulai pada saat 3 Januari, salah seorang temen baik gw waktu kuliah dulu memutuskan untuk menikah! Sontak ini membuat gw terkaget-kaget walaupun tidak terkejut. Yang membuat gw kaget adalah Sejak kapan dia pacaran?? Setau gw dia udah putus dari kapan tau?! Ko ternyata dia malah mau menikah, ini ga bisa dibiarkan! Naluri wartawan gw bergejolak untuk menanyakan rentetan pertanyaan buat dia, tapi hati kecil gw merasa ini pertanyaan anak kecil dan dibuat-buat. Sampai akhirnya dia menceritakan sendiri bagaimana cerita dibalik rencana pernikahannya, dan dia menceritakan berbagai perasaaanya disaat-saat pelepasan masa lajangnya. Dan salah satu kekhawatirannya adalah ketakutannya untuk kehilangan beberapa teman baiknya dan waktu-waktu kebersamaan dengan beberapa teman-temannya. Ini membuat gw terdiam sebelum akhirnya gw memutuskan bahwa sintom keempat sudah diputuskan <strong>rasa khawatir untuk kehilangan teman baik.</strong></p>
<p>Semua ini mengingatkan gw bahwa tahap pendewasaan gw dimulai lebih serius di tahun ini, tahun 2009 ini dimana gw banyak kehilangan teman, mulai belajar untuk merasakan pahitnya ditinggal seseorang, mulai belajar untuk bisa merubah diri sendiri, dan yang terpenting adalah belajar untuk survive dari perasaan diri sendiri. Ini seperti perjalanan sun gokong ke barat yang penuh dengan cerita dan pelajaran</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Happy New Year 2009&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>For Fatur and Gina Congrats untuk pernikahan kalian yah! Mudah2an anak kalian ga jadi seperti kita berlima waktu sekolah dulu..! Inget kata-kata gw, anak lo mesti jadi artis sinetron..<br />
</strong></p>
<p><strong>For Putri, wish you luck in Japan sista! Jangan bawa orang Jepang ke Indonesia yah, ribet<br />
</strong></p>
<p><strong>Buat yang ngerasa mau married bulan Maret.. Huehehe, tenang aja lo ga akan kehilangan temen-temen lo!<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=49&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2009/01/04/journey-to-the-west/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ko gitu sih?</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/20/ko-gitu-sih/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/20/ko-gitu-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[emosi jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi psikologis jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi bahagia di akhir-akhir tahun ini sepertinya memang agak sulit diperoleh. Emang agak beralasan juga sih, selain dampak dari resesi dunia dan semakin menggilanya kebutuhan kita sehari-hari, tampaknya suasana Jakarta akhir-akhir ini juga semakin ga jelas arahnya. Emosi orang menjadi mudah naik ke ubun-ubun. Selain itu kebahagian seseorang juga memiliki banyak faktor penentu dan ngga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=45&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi bahagia di akhir-akhir tahun ini sepertinya memang agak sulit diperoleh. Emang agak beralasan juga sih, selain dampak dari resesi dunia dan semakin menggilanya kebutuhan kita sehari-hari, tampaknya suasana Jakarta akhir-akhir ini juga semakin ga jelas arahnya. Emosi orang menjadi mudah naik ke ubun-ubun. Selain itu kebahagian seseorang juga memiliki banyak faktor penentu dan ngga jarang kebahagian seseorang itu ada diatas kesedihan orang lain.</p>
<p>Seperti baru-baru ini, gw melihat sebuah potret keadaan kaum urban Jakarta yang mungkin juga sering kita lihat di kawasan sub-urban Jakarta. Yaitu penggusuran..</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, gw menyaksikan sendiri bagaimana pahitnya kesedihan orang-orang yang sedang digusur. Di suatu pagi, gw melihat traktor-traktor yang lalu-lalang di area komplek rumah gw. Agak janggal melihat traktor lalu lintas di jalanan perumahan, apalagi di jam 7-8n pagi, dan weekend lagi!</p>
<p>Tergerak karena merasa ada yang aneh, gw pun akhirnya mengikuti dengan sepeda ke arah traktor-traktor itu pergi. Dan sesampainya disana gw mendengar selintas bahwa didaerah rumah gw akan terjadi penggusuran. Penggusuran itu dilakukan karena pembangunan rumah liar disekitar bantaran sungai (anak) cabang Kalimalang sudah semakin parah! Ditambah lagi adanya proyek (UTOPIS) BKT semakin memperparah tatakota Jakarta Timur.</p>
<p>Tepat sekitar 30 menit kemudian, warga pemukiman liar itu mulai berkumpul untuk sebisa mungkin menghadang proses penggusuran. Dari beberapa orang yang gw tanyain waktu itu, dikatakang bahwa penggusuran ini sebenarnya memang sudah direncanakan dari beberapa bulan kemarin dan dari gosipnya udah banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh pemda DKI waktu itu untuk mencari jalan keluarnya. Mungkin dengan pemulangan kampung secara masal atau pembagian uang ganti rugi, entahlah apa itu rencananya intinya adalah rencana tersebut dengan mentah ditolah oleh warga pemukim daerah itu.</p>
<p>Tapi sebesar apapun tekad warga, traktor terus bergerak dengan liar perlahan-lahan melindas bangunan yang tidak mempunyai hak legal tersebut dengan anggun! Di depan mata kepala gw sendiri gw melihat bagaimana orang-orang tersebut meratapi tempat tinggal mereka hancur dilindas traktor tersebut. Walaupun sebagian orang sudah mempersiapkan penggusuran tersebut dengan terlebih dahulu memindahkan barang2 berharganya, tapi tidak banyak juga yang masih berharap penggusuran itu ditunda untuk beberapa saat dan mungkin dilupakan!</p>
<p>Singkatnya proses penggusuran berjalan dengan lancar tanpa adanya campur tangan kekerasan, walaupun gw ngeliat ga sedikit polisi yang bersiaga disekitar itu. Dalam hati gw ngebatin bahwa penggusuran ini memang seharusnya terjadi! Bayangkan mereka menempati tanah itu tanpa ada persetujuan dari pihak manapun dan seinget gw pemukiman ini sudah terbentuk sudah hampir 10 tahun.</p>
<p>Tapi sesaat gw mencoba untuk berpikir secara jernih, sebenarnya agak kasian juga ngeliat orang2 ini. Mereka menjadi tidak punya rumah untuk tinggal dan entah kenapa gw jadi berpikir bahwa ini sebenarnya adalah kesalahan yang seharusnya masih dapat ditolerir oleh sebagian orang. Tapi di sisi lain, gw merasa gemas dengan tingkah orang-orang yang dengan bebasnya membangun bangunan di tempat yang  seharusnya bukan menjadi haknya! Well, ini memang masih sebatas dilema dalam hidup sehari-hari. Dimana ada kesalahan yang masih bisa diterima dengan alasan kebaikan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=45&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/20/ko-gitu-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhenti di usia 15 atau usia 17?</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/15/berhenti-di-usia-15-atau-usia-17/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/15/berhenti-di-usia-15-atau-usia-17/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 15:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[psikologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari sebelum ide nulis blog ini muncul, gw menjadi berpikir apakah gw sudah menjadi dewasa atau tidak? Apa indikator kedewasaan gw? Padahal pada sebelum2nya gw sangat menyenangi keadaan psikologis gw yang bisa dibilang childish ini, susah diajak ngobrol serius, kalo ketawa suka kelewat batas, dan kadang emosi gw suka meledak-ledak walupun gw berhasil meredamnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=41&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari sebelum ide nulis blog ini muncul, gw menjadi berpikir apakah gw sudah menjadi dewasa atau tidak? Apa indikator kedewasaan gw?</p>
<p>Padahal pada sebelum2nya gw sangat menyenangi keadaan psikologis gw yang bisa dibilang childish ini, susah diajak ngobrol serius, kalo ketawa suka kelewat batas, dan kadang emosi gw suka meledak-ledak walupun gw berhasil meredamnya sendiri. Tapi semakin hari, semakin banyak yang bilang kalo gw memang seperti berhenti di usia 16 taun.</p>
<p>Posisi lo di kantor dan pekerjaan gw, katanya, sama sekali ngga mencerminkan sifat sehari-hari gw! Terberkatilah semua orang yang mengatakan bahwa gw masih kaya anak kecil dan sifat gw masih kaya anak yang masih belum merasakan sulitnya dunia.</p>
<p>Padahal sih, kayanya walaupun belum semua tapi gw udah cukup merasakan pahit dan getirnya dunia.  Harusnya sih gw udah cukup dewasa dalam hal pemikiran. Tapi satu hal yang perlu gw tegaskan adalah pemikiran gw mengenai pendewasaan adalah cara pikir seseorang dalam menghadapi masalah yang gw hadapin. BAgaimana gw menghadapi masalah dan segala macam pernak perniknya! Bukan dari sifat gw yang begajulan di lingkungan teman2 sekitar.</p>
<p>Tapi tampaknya argumen kaya diatas memang belum bisa sama sekali meyakinkan orang lain bahwa gw sudah cukup dewasa secara psikkologis. Hmm, bener-bener pernyataan yang membingungkan bagaimana menjadi dewasa yang baik dan benar di mata orang. At least, buat gw. Gw sudah cukup dewasa walaupun masih jauh lebih banyak ke kanak2knnya dibandingkan kedewasaannya!</p>
<p>Hahahaha&#8230;</p>
<p>Akhirnya gw cuma bisa bernyanyi..</p>
<p>&#8220;What my age againn&#8230;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=41&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2008/12/15/berhenti-di-usia-15-atau-usia-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit renungan di malam lebaran</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2008/10/18/sedikit-renungan-di-malam-lebaran/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2008/10/18/sedikit-renungan-di-malam-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 05:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari dipertengahan bulan puasa tahun ini, saya diundang oleh seorang teman sekantor untuk melakukan buka puasa bersama disebuah restoran di tengah mall di Jakarta. Tanpa pikir panjang sayapun menyetujui ajakan tersebut! Karena dalam pikiran saya, ini mungkin akan menjadi Pekerjaan yang semakin menggila di ranah kota Jakarta kadang sering membuat kita (termasuk saya) lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=36&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari dipertengahan bulan puasa tahun ini, saya diundang oleh seorang teman sekantor untuk melakukan buka puasa bersama disebuah restoran di tengah mall di Jakarta. Tanpa pikir panjang sayapun menyetujui ajakan tersebut! Karena dalam pikiran saya, ini mungkin akan menjadi</p>
<p>Pekerjaan yang semakin menggila di ranah kota Jakarta kadang sering membuat kita (termasuk saya) lebih rela menghabiskan waktu bersama teman dan pekerjaan. Kilauan hura-hura dibalik topeng niat untuk berbuka puasa bersama, sedikit melepas pemikiran dan konsep awal mengenai buka puasa itu sendiri.</p>
<p>Konsep berbuka puasa bersama menjadi ajang untuk melepas kangen antara teman, tidak jarang restoran-restoran berkelas menjadi venue untuk acara yang sudah miskonsepsi ini. Tapi anehnya kita semakin menikmati acara-acara seperti itu.</p>
<p>Padahal momen seperti ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu, maaf kalau saya sedikit menjadi menyentuh sisi spiritual saya. Tapi tahun ini dan tepatnya bulan Ramadhan taun ini merupakan bulan yang sangat membutuhkan kekuatan iman dari saya. Entah kenapa, kondisi Jakarta dan kondisi pekerjaan saya sendiri hampir membuat saya urung untuk melakukan puasa. Hmm, okelah saya mau berpuasa tapi tidak dengan kegiatan ibadah lainnya. Tampaknya saya saat ini menyatakan bahwa diri saya tidak menikmati indahnya bulan Ramadhan, padahal saya selalu berdoa saya ingin yang terbaik untuk bulan Ramadhan tahun ini.</p>
<p>Sebuah renungan saya kembali dan pemikiran saya kembali melayang-layang ditengah jebakan antrian kendaraan bermotor disalah satu jalan protokol Jakarta. Kalau memang bulan puasa itu penuh berkah, entah kenapa kita malah berhura-hura seperti orang yang dipenjara disiang hari dan ber-euforia dimalamnya?! Bukankah seharusnya kita merenungi semua yang sudah kita lakukan sebelum2nya? Harusnya dibulan ini kita menjadi dekat dengan semua orang yang mencintai kita, yaitu keluarga?</p>
<p>Tepat dua hari sebelum merayakan idul fitri, saya mendapat kabar bahwa salah satu teman sekolah saya dulu meninggal dunia. Dikarenakan sakit bawaan yang dideritanya sejak lahir, di saat itu juga saya merasa bahwa tampaknya bulan ini memang membawa berkah untuk saya. Bukan karena teman saya meninggal, tapi tampaknya saya mulai menyadari kesalahan saya selama ini.</p>
<p>Saya berpikir bahwa terkadang dunia ini sangat absurd, diluar akal sehat! Entah dibalik rahasiaNya, kita mungkin memang ditakdirkan untuk diatur olehNya. Saya ingat betul dulu waktu SMP, dimana teman saya itu sudah hampir menyerah untuk hidup lebih panjang. Kelainan klep jantung, membuat dia nyari memutuskan untuk berhenti bahkan keluar dari realitas hidup. Entah sudah ratusan atau ribuan kali ia menyatakan bahwa keberadaan dirinya ternyata hanya bisa menyusahkan orang banyak.</p>
<p>Tapi akhirnya di usia 24 tahun ia menutup ini semua dengan manis dan apa yang ia nyatakan bahwa dirinya tidak berguna. sama sekali tidak terbukti! Ia berhasil membuat orang tuanya bangga dengan berhasil membuktikan bahwa ia mampu menyelesaikan pendidikan strata 1 nya! Walaupun saya tahu, kondisi finansial keluarganya yang kurang dari istilah berkecukupan.</p>
<p>Sebuah kesadaran akan pentingnya arti kedewasaan untuk seseorang yang baru akan mengenal dunia nyata. Ternyata memang Tuhan tidak akan memberikan jawaban atas do&#8217;a-do&#8217;a saya dan ternyata tidak ada satupun do&#8217;a yang saya panjatkan terkabul. Tapi Tuhan ternyata memberikan sesuatu yang menunjukkan jawaban ini semua secara absurd.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=36&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2008/10/18/sedikit-renungan-di-malam-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lets think about our life!</title>
		<link>http://dpratama.wordpress.com/2008/08/23/lets-think-about-our-life/</link>
		<comments>http://dpratama.wordpress.com/2008/08/23/lets-think-about-our-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 14:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dpratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[jurnal harian]]></category>
		<category><![CDATA[indonesian current issue]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ryan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dpratama.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Fuuh, sudah beberapa minggu belakangan ini rhytm kehidupan saya menjadi sangat kacau. Aktifitas harian disebuah Bank milik kapitalis Asia membuat saya harus rela merelakan beberapa hal penting dan hobi saya. Tapi ya sudahlah, tapi selama beberapa minggu ini ada banyak sekali hal menarik yang bisa saya tuliskan disini. Dan ada satu hal yang sangat-sangat menggelitik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=32&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fuuh, sudah beberapa minggu belakangan ini rhytm kehidupan saya menjadi sangat kacau. Aktifitas harian disebuah Bank milik kapitalis Asia membuat saya harus rela merelakan beberapa hal penting dan hobi saya.</p>
<p>Tapi ya sudahlah, tapi selama beberapa minggu ini ada banyak sekali hal menarik yang bisa saya tuliskan disini. Dan ada satu hal yang sangat-sangat menggelitik pemikiran saya beberapa hari belakangan ini.</p>
<p>Jadi pada suatu sore, di suatu sesi &#8216;kumpul2&#8242; menghabiskan peraturan yang katanya mengurangi kemacetan, disebuah warung kecil. Teman saya menanyakan suatu hal yang nantinya akan menjadi perdebatan panjang tanpa hasil disore ini. &#8220;Guys, menurut kalian mana yang lebih jahat? Ryan &#8216;the penjagal&#8217; atau koruptor?</p>
<p>Tentu saja pertanyaan ini menjadikan kita semua, khalayak yang menghadiri forum kecil itu menjadi tertawa sekaligus berpikir untuk menjawab pertanyaan aneh itu. Setelah sesi tertawa dan diselingi oleh tegukan es teh manis, akhirnya saya membuka jawaban dengan mengajukan pertanyaan balik, &#8220;Yang lebih jahat atau lebih sadis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho, terus apa bedanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu aja beda. Dalam konteks pengertiannya aja beda!&#8221;</p>
<p>Setelah itu, akhirnya saya membulatkan suara saya untuk mengatakan bahwa Ryan-lah yang paling jahat diantara dua aktor yang dinominasikan dalam pertanyaan itu. Alasannya tentu saja gampang, Ryan dengan sangat sukses dan dingin sudah menghabisi hampir 40 umur manusia dengan tangannya. Dengan dalih dia adalah gay yang cacat jiwa, dengan santainya dia bisa menghabisi semua teman2 &#8216;pergumulan&#8217;nya dan lawan2 cintanya. Luar biasa bukan?!</p>
<p>Salah seorang teman saya merasa sependapat dengan saya, sampai akhirnya ada satu orang yang mengatakan keberatannya dengan mengatakan bahwa koruptor lah yang paling jahat dibandingkan ryan. Alasannya kurang lebih sama dengan apa yang saya pikirkan sebelumnya. Bahwa koruptor yang menyengsarakan rakyat dengan melakukan penggelapan dana yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat. Selain itu, aksi pembantaian ryan juga sebenarnya merupakan efek domino dari aksi korupsi yang dilakukkan oleh2 orang itu. Aksi korupsi semakin membuat buruk ekonomi rakyat, dan rakyat merasa terjepit dengan himpitan kemiskinan dan dorongan kebutuhan ekonomi yang semakin melangit. Semakin tingginya himpitan yang menjepit ini membuat sebagian orang merelakan pemikiran jangkan panjangnya untuk mencari jalan pintas untuk menuntaskan beban yang ada dihati dan hari mereka.</p>
<p>Jadi intinya adalah, membunuh adalah salah satu solusinya!?</p>
<p>Hehehe, mendengar suatu hipotesa sontak kami semua menjadi berpikir, kalau memang hipotesa itu bener? Jadi memang sepertinya ini semua jadi sebuah himpunan lingkaran setan. Dimana semuanya berawal dari niat jahat manusia dan ego manusia itu sendiri!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dpratama.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dpratama.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dpratama.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dpratama.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dpratama.wordpress.com&amp;blog=1888065&amp;post=32&amp;subd=dpratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dpratama.wordpress.com/2008/08/23/lets-think-about-our-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/75aaf42ae09ac76c7b7ac4b8068fd921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">depe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
