Lets talk about Jakarta!

September 13, 2010 at 11:23 am 1 komentar

Jakarta, ibukota negara Indonesia ini. Sering juga disebut sebagai kota impian buat sebagian orang dan bahkan ada beberapa orang yang menganggap tinggal di Jakarta adalah suatu kota segala harapan. Sehingga ga salah kalau tingkat urbanisasi di kota ini semakin meningkat dari hari ke hari. Ah, apalah kalimat klise ini muncul ketika gw sedang menikmati debu dan asap kendaraan bermotor di tengah terbitnya kota JAkarta.

Tapi klau dari sudut pandang gw sendiri, Jakarta adalah kota yang ga lebih lebih dari kota urban. Segala macam kaum urban ada disini! Mulai dari yang marginal sampai dengan masyarakt mainstream pada umumnya! Tapi kenapa semua orang mengatakan Jakarta adalah jawaban semua impian orang?!

Padahal masih dari sudut pandang gw sendiri, Jakarta ga lebih dari korban dari sentralisasi suatu negara yang salah atur. MISMANEJENEN (meminjam istilah dari salah seorang mantan gubernur DKI). Hmm, agak sedikit dengan sedikit meng-angguk2n kepala walaupun gw kurang setuju dengan pendapat beliau ini.

Menurut gw, kekacauan JAkarta adalah akibat mentalitas masyarakatnya yang kurang siap dalam menghadapi masyarakat urban. Ambil satu contoh adalah kemacetan yang semakin hari semakin mengharu biru pagi dan sore di Jakarta. Padahal sudah banyak teori aplikatif yang terbukti ampuh di negara lain diterapin juga di Jakarta, contoh adalah busway. Tapi apa nyatanya? Yang ada jalur busway itu dijadiin jalur bebas hambatan buat kendaraan lain.  Apa faktor utama yang menjadi implementasi busway menjadi suatu isapan jempoL? Coba perhatiin, frekuensi laju kendaraan yang melintas di atas jalur bercat merah itu? Metro mini? Mikrolet? Motor? dan bahkan ga jarang jg gw ngeliat mobil2 mewah yang nekat ‘menebas’ jalur itu! Dan yang lebih mengenaskan lagi adalah seorang polisi yang mengijinkan perbuatan itu dengan dalih sebgai alternatif pengurang kemacetan! Heran…

Yah bosen dengan kemacetan di Jakarta, akhirnya gw memutuskan untuk mencoba kendaraan umum yang lebih merakyat, yaitu bus kota PPD dan mikrolet. Ternyata dan akhirnya (mungkin) gw menemukan alasan lain kenapa Jakarta menjadi semakin semrawut dan semakin parah. Mentalitas kita semua sebagai penumpang, aksi ‘jagoan’ supir dan keneknya membuat kita sebagai penumpang terbiasa dengan aksi dijemput angkutan. Dimana efeknya… Seperti yang kita lihat sekarang, dimana penumpang melakukan penyetopan disembarang tempat dan sang ‘ksatria’ angkot dkk mengamini semua penumpang yang ‘ugal-ugal’an. Pada ahirnya gw cuma tertawa didalam hati, tidak bisa mengutuk, ga bisa komplain, ga bisa berbuat apa-apa lagi.. *sigh

Entry filed under: jurnal harian. Tags: , , , .

Ini dia dagelan DPR

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Terkini

Halaman

Flickr Photos

daydreams

_DSF0260.jpg

Nature's Spectrum

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.