Ko gitu sih?

Desember 20, 2008

Menjadi bahagia di akhir-akhir tahun ini sepertinya memang agak sulit diperoleh. Emang agak beralasan juga sih, selain dampak dari resesi dunia dan semakin menggilanya kebutuhan kita sehari-hari, tampaknya suasana Jakarta akhir-akhir ini juga semakin ga jelas arahnya. Emosi orang menjadi mudah naik ke ubun-ubun. Selain itu kebahagian seseorang juga memiliki banyak faktor penentu dan ngga jarang kebahagian seseorang itu ada diatas kesedihan orang lain.

Seperti baru-baru ini, gw melihat sebuah potret keadaan kaum urban Jakarta yang mungkin juga sering kita lihat di kawasan sub-urban Jakarta. Yaitu penggusuran..

Beberapa hari yang lalu, gw menyaksikan sendiri bagaimana pahitnya kesedihan orang-orang yang sedang digusur. Di suatu pagi, gw melihat traktor-traktor yang lalu-lalang di area komplek rumah gw. Agak janggal melihat traktor lalu lintas di jalanan perumahan, apalagi di jam 7-8n pagi, dan weekend lagi!

Tergerak karena merasa ada yang aneh, gw pun akhirnya mengikuti dengan sepeda ke arah traktor-traktor itu pergi. Dan sesampainya disana gw mendengar selintas bahwa didaerah rumah gw akan terjadi penggusuran. Penggusuran itu dilakukan karena pembangunan rumah liar disekitar bantaran sungai (anak) cabang Kalimalang sudah semakin parah! Ditambah lagi adanya proyek (UTOPIS) BKT semakin memperparah tatakota Jakarta Timur.

Tepat sekitar 30 menit kemudian, warga pemukiman liar itu mulai berkumpul untuk sebisa mungkin menghadang proses penggusuran. Dari beberapa orang yang gw tanyain waktu itu, dikatakang bahwa penggusuran ini sebenarnya memang sudah direncanakan dari beberapa bulan kemarin dan dari gosipnya udah banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh pemda DKI waktu itu untuk mencari jalan keluarnya. Mungkin dengan pemulangan kampung secara masal atau pembagian uang ganti rugi, entahlah apa itu rencananya intinya adalah rencana tersebut dengan mentah ditolah oleh warga pemukim daerah itu.

Tapi sebesar apapun tekad warga, traktor terus bergerak dengan liar perlahan-lahan melindas bangunan yang tidak mempunyai hak legal tersebut dengan anggun! Di depan mata kepala gw sendiri gw melihat bagaimana orang-orang tersebut meratapi tempat tinggal mereka hancur dilindas traktor tersebut. Walaupun sebagian orang sudah mempersiapkan penggusuran tersebut dengan terlebih dahulu memindahkan barang2 berharganya, tapi tidak banyak juga yang masih berharap penggusuran itu ditunda untuk beberapa saat dan mungkin dilupakan!

Singkatnya proses penggusuran berjalan dengan lancar tanpa adanya campur tangan kekerasan, walaupun gw ngeliat ga sedikit polisi yang bersiaga disekitar itu. Dalam hati gw ngebatin bahwa penggusuran ini memang seharusnya terjadi! Bayangkan mereka menempati tanah itu tanpa ada persetujuan dari pihak manapun dan seinget gw pemukiman ini sudah terbentuk sudah hampir 10 tahun.

Tapi sesaat gw mencoba untuk berpikir secara jernih, sebenarnya agak kasian juga ngeliat orang2 ini. Mereka menjadi tidak punya rumah untuk tinggal dan entah kenapa gw jadi berpikir bahwa ini sebenarnya adalah kesalahan yang seharusnya masih dapat ditolerir oleh sebagian orang. Tapi di sisi lain, gw merasa gemas dengan tingkah orang-orang yang dengan bebasnya membangun bangunan di tempat yang  seharusnya bukan menjadi haknya! Well, ini memang masih sebatas dilema dalam hidup sehari-hari. Dimana ada kesalahan yang masih bisa diterima dengan alasan kebaikan!

Entry Filed under: jurnal harian. Tag: , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Klik tertinggi

Tulisan Terakhir

Halaman

Flickr Photos

Nubes de lluvia - Rain clouds - Explore ! (Front Page)

Sligachan II

blueberry frost

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.