Lets think about our life!
Agustus 23, 2008 at 2:00 pm Tinggalkan Komentar
Fuuh, sudah beberapa minggu belakangan ini rhytm kehidupan saya menjadi sangat kacau. Aktifitas harian disebuah Bank milik kapitalis Asia membuat saya harus rela merelakan beberapa hal penting dan hobi saya.
Tapi ya sudahlah, tapi selama beberapa minggu ini ada banyak sekali hal menarik yang bisa saya tuliskan disini. Dan ada satu hal yang sangat-sangat menggelitik pemikiran saya beberapa hari belakangan ini.
Jadi pada suatu sore, di suatu sesi ‘kumpul2′ menghabiskan peraturan yang katanya mengurangi kemacetan, disebuah warung kecil. Teman saya menanyakan suatu hal yang nantinya akan menjadi perdebatan panjang tanpa hasil disore ini. “Guys, menurut kalian mana yang lebih jahat? Ryan ‘the penjagal’ atau koruptor?
Tentu saja pertanyaan ini menjadikan kita semua, khalayak yang menghadiri forum kecil itu menjadi tertawa sekaligus berpikir untuk menjawab pertanyaan aneh itu. Setelah sesi tertawa dan diselingi oleh tegukan es teh manis, akhirnya saya membuka jawaban dengan mengajukan pertanyaan balik, “Yang lebih jahat atau lebih sadis?”
“Lho, terus apa bedanya?”
“Tentu aja beda. Dalam konteks pengertiannya aja beda!”
Setelah itu, akhirnya saya membulatkan suara saya untuk mengatakan bahwa Ryan-lah yang paling jahat diantara dua aktor yang dinominasikan dalam pertanyaan itu. Alasannya tentu saja gampang, Ryan dengan sangat sukses dan dingin sudah menghabisi hampir 40 umur manusia dengan tangannya. Dengan dalih dia adalah gay yang cacat jiwa, dengan santainya dia bisa menghabisi semua teman2 ‘pergumulan’nya dan lawan2 cintanya. Luar biasa bukan?!
Salah seorang teman saya merasa sependapat dengan saya, sampai akhirnya ada satu orang yang mengatakan keberatannya dengan mengatakan bahwa koruptor lah yang paling jahat dibandingkan ryan. Alasannya kurang lebih sama dengan apa yang saya pikirkan sebelumnya. Bahwa koruptor yang menyengsarakan rakyat dengan melakukan penggelapan dana yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat. Selain itu, aksi pembantaian ryan juga sebenarnya merupakan efek domino dari aksi korupsi yang dilakukkan oleh2 orang itu. Aksi korupsi semakin membuat buruk ekonomi rakyat, dan rakyat merasa terjepit dengan himpitan kemiskinan dan dorongan kebutuhan ekonomi yang semakin melangit. Semakin tingginya himpitan yang menjepit ini membuat sebagian orang merelakan pemikiran jangkan panjangnya untuk mencari jalan pintas untuk menuntaskan beban yang ada dihati dan hari mereka.
Jadi intinya adalah, membunuh adalah salah satu solusinya!?
Hehehe, mendengar suatu hipotesa sontak kami semua menjadi berpikir, kalau memang hipotesa itu bener? Jadi memang sepertinya ini semua jadi sebuah himpunan lingkaran setan. Dimana semuanya berawal dari niat jahat manusia dan ego manusia itu sendiri!
Entry filed under: jurnal harian. Tags: indonesian current issue, korupsi, lifestyle, pembunuhan, ryan.



Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed