Journey to the West

Telepon gw cukup sering berdering dimalam-malam pergantian tahun 2008  kemarin, walaupun kebanyakan banyak yang saling ngucapin tahun baru, sedikit curhat, dan berbagi cerita konyol. Tapi bisa dibilang malam tahun baru tahun ini memang banyak memberikan pengalaman baru buat gw sendiri. Selain gw akhirnya bisa ketemu ataupun hanya bertemu suara dengan teman-teman lama (seperjuangan), dihari ini juga gw banyak menemukan pelajaran-pelajaran hidup dari temen-temen lama gw.

Dimulai dari sekitar jam 3 sore, gw ditelepon salah seorang temen SMA gw yang notabene udah lama banget ga ada kabarnya! Dalam pikiran gw cuma terlintas satu kata, “APA KABAR TEMAN?”. Ya, cuma kata-kata itu yang terlintas dalam benak gw ketika pertama kali dia nyebutin namanya dan sedikit introduksi kalau-kalau gw lupa sama dia. Ya mana mungkin gw lupa, dulu lo masih utang satu kali siomay sama gw ko’! Singkatnya, dia menceritakan mengenai kehidupannya sekarang, dimana dia sekarang berkerja, dan apa kesibukannya sekarang-sekarang ini. Dan pada akhir percakapan gw, dia menanyakan mengenai kabar-kabar dari teman-teman main kita dulu. Jujur, gw ga bisa jawab pertanyaan ini! Secara pada akhir-akhir ini memang gw jarang menemukan waktu yang cocok untuk sekadar berkumpul dengan teman-teman yang lain.

Tanpa dinyana, sudah jam 4 sore! Hebat, baru kali ini gw ngobrol dengan temen lama ampe sejam. Kalaupun bisanya gw malah lebih sering tuker-tukeran becandaan atau saling melemparkan jokes2 yang ga penting, tapi sekarang gw berdua bisa lebih serius dalam mengisi tema percakapan. Gw lebih senang dengan menyebut ini adalah sintom dari  usia 20-an dan sintom pertamanya adalah pendewasaan tema percakapan.

Babak kedua dimulai jam 6n, selepas waktu solat Maghrib. Salah seorang tetangga gw, yang kebetulan temen main gw dari SD dateng berkunjung kerumah. Mungkin lebih tepatnya bukan seorang kali yah, tapi beberapa orang! Kedatangan mereka cukup mengejutkan gw, ini bisa dibilang reuni mengharukan dari 5 orang pria begajulan yang udah temenan dari SD sampe SMA. Kita ber 5 memang sudah agak lama ga ketemu, mungkin sudah sekitar 3 tahunan! Selain cuma ada 2 orang yang ada di Jakarta, sisanya berpencar di luar kota dan luar negeri untuk kuliah dan bahkan sekarang untuk kerja. Tapi ternyata pertemuan ini jauh dari kata mengharukan dan lebih tepat digambarkan dengan mengguncang. Karena salah seorang dari kami ternyata ada yang sudah menikah dan bahkan sudah punya anak 1 ekor! Luar biasa.. padahal dulu kami sama pecundangnya di mata cewe-cewe sekolah, cuma bisanya maen games di konsol atau komputer. Tapi sekarang malah sudah ada yang menikah! Disaat-saat itupun gw menjadi semakin tercengang-cengang ketika gw tahu bahwa istrinya pun bukan dari Indonesia, melainkan orang Malaysia. Wah, anak ini bakalan punya bpotensi untuk menjadi artis sinetron. Dan diujung pertemuan yang relatif singkat ini gw menjadi berpikir dan merumuskan sintom kedua, yaitu perubahan lingkungan pertemanan!

Babak ketiga, dimulai keesokan harinya. Setelah gw melewatkan detik pergantian tahun baru dengan tertidur, gw akhirnya dikejutkan dengan rencana dadakan yang diadakan oleh beberapa orang temen-temen gw. Tanpa pikir panjangpun gw akhirnya menuruti kemauan mereka untuk mengadakan pertemuan di salah satu restoran fast-food di deket rumah gw. Awalnya gw memang tidak mengetahui tujuan dari pertemuan dadakan ini dan tidak beberapa lama kemudian, gw tersedak bahwa ternyata pertemuan ini merupakan sebuah acara perpisahan yang diadakan salah seorang temen gw untuk pergi ke Jepang untuk kerja disana. Jujur babak ketiga ini merupakan babak yang cukup menyedihkan buat gw, setelah pacar gw pergi kerja ke Singapur sekarang salah seorang temen gw pun harus pergi ke Jepang. Dan yang paling menyedihkan adalah kenapa dia harus ke JEpanng!! Setelah ditanya alasannya untuk pergi ke Jepang adalah ternyata dia memang sudah menantikan kesempatan ini dari perusahaan tempatnya berkerja seakrang. Selain itu, pendapatan di Jepang memang lebih menjanjikan dibandingkan di Indonesia dan yang terpenting adalah ini adalah misi untuk tidak berjauhan dengan suaminya! hwehehe.. Dan inipun mengeluarkan sintom ketiga yaitu perpisahan untuk kemajuan.

Dan babak terakhir dimulai pada saat 3 Januari, salah seorang temen baik gw waktu kuliah dulu memutuskan untuk menikah! Sontak ini membuat gw terkaget-kaget walaupun tidak terkejut. Yang membuat gw kaget adalah Sejak kapan dia pacaran?? Setau gw dia udah putus dari kapan tau?! Ko ternyata dia malah mau menikah, ini ga bisa dibiarkan! Naluri wartawan gw bergejolak untuk menanyakan rentetan pertanyaan buat dia, tapi hati kecil gw merasa ini pertanyaan anak kecil dan dibuat-buat. Sampai akhirnya dia menceritakan sendiri bagaimana cerita dibalik rencana pernikahannya, dan dia menceritakan berbagai perasaaanya disaat-saat pelepasan masa lajangnya. Dan salah satu kekhawatirannya adalah ketakutannya untuk kehilangan beberapa teman baiknya dan waktu-waktu kebersamaan dengan beberapa teman-temannya. Ini membuat gw terdiam sebelum akhirnya gw memutuskan bahwa sintom keempat sudah diputuskan rasa khawatir untuk kehilangan teman baik.

Semua ini mengingatkan gw bahwa tahap pendewasaan gw dimulai lebih serius di tahun ini, tahun 2009 ini dimana gw banyak kehilangan teman, mulai belajar untuk merasakan pahitnya ditinggal seseorang, mulai belajar untuk bisa merubah diri sendiri, dan yang terpenting adalah belajar untuk survive dari perasaan diri sendiri. Ini seperti perjalanan sun gokong ke barat yang penuh dengan cerita dan pelajaran

Happy New Year 2009…


For Fatur and Gina Congrats untuk pernikahan kalian yah! Mudah2an anak kalian ga jadi seperti kita berlima waktu sekolah dulu..! Inget kata-kata gw, anak lo mesti jadi artis sinetron..

For Putri, wish you luck in Japan sista! Jangan bawa orang Jepang ke Indonesia yah, ribet

Buat yang ngerasa mau married bulan Maret.. Huehehe, tenang aja lo ga akan kehilangan temen-temen lo!

Add comment Januari 4, 2009

Ko gitu sih?

Menjadi bahagia di akhir-akhir tahun ini sepertinya memang agak sulit diperoleh. Emang agak beralasan juga sih, selain dampak dari resesi dunia dan semakin menggilanya kebutuhan kita sehari-hari, tampaknya suasana Jakarta akhir-akhir ini juga semakin ga jelas arahnya. Emosi orang menjadi mudah naik ke ubun-ubun. Selain itu kebahagian seseorang juga memiliki banyak faktor penentu dan ngga jarang kebahagian seseorang itu ada diatas kesedihan orang lain.

Seperti baru-baru ini, gw melihat sebuah potret keadaan kaum urban Jakarta yang mungkin juga sering kita lihat di kawasan sub-urban Jakarta. Yaitu penggusuran..

Beberapa hari yang lalu, gw menyaksikan sendiri bagaimana pahitnya kesedihan orang-orang yang sedang digusur. Di suatu pagi, gw melihat traktor-traktor yang lalu-lalang di area komplek rumah gw. Agak janggal melihat traktor lalu lintas di jalanan perumahan, apalagi di jam 7-8n pagi, dan weekend lagi!

Tergerak karena merasa ada yang aneh, gw pun akhirnya mengikuti dengan sepeda ke arah traktor-traktor itu pergi. Dan sesampainya disana gw mendengar selintas bahwa didaerah rumah gw akan terjadi penggusuran. Penggusuran itu dilakukan karena pembangunan rumah liar disekitar bantaran sungai (anak) cabang Kalimalang sudah semakin parah! Ditambah lagi adanya proyek (UTOPIS) BKT semakin memperparah tatakota Jakarta Timur.

Tepat sekitar 30 menit kemudian, warga pemukiman liar itu mulai berkumpul untuk sebisa mungkin menghadang proses penggusuran. Dari beberapa orang yang gw tanyain waktu itu, dikatakang bahwa penggusuran ini sebenarnya memang sudah direncanakan dari beberapa bulan kemarin dan dari gosipnya udah banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh pemda DKI waktu itu untuk mencari jalan keluarnya. Mungkin dengan pemulangan kampung secara masal atau pembagian uang ganti rugi, entahlah apa itu rencananya intinya adalah rencana tersebut dengan mentah ditolah oleh warga pemukim daerah itu.

Tapi sebesar apapun tekad warga, traktor terus bergerak dengan liar perlahan-lahan melindas bangunan yang tidak mempunyai hak legal tersebut dengan anggun! Di depan mata kepala gw sendiri gw melihat bagaimana orang-orang tersebut meratapi tempat tinggal mereka hancur dilindas traktor tersebut. Walaupun sebagian orang sudah mempersiapkan penggusuran tersebut dengan terlebih dahulu memindahkan barang2 berharganya, tapi tidak banyak juga yang masih berharap penggusuran itu ditunda untuk beberapa saat dan mungkin dilupakan!

Singkatnya proses penggusuran berjalan dengan lancar tanpa adanya campur tangan kekerasan, walaupun gw ngeliat ga sedikit polisi yang bersiaga disekitar itu. Dalam hati gw ngebatin bahwa penggusuran ini memang seharusnya terjadi! Bayangkan mereka menempati tanah itu tanpa ada persetujuan dari pihak manapun dan seinget gw pemukiman ini sudah terbentuk sudah hampir 10 tahun.

Tapi sesaat gw mencoba untuk berpikir secara jernih, sebenarnya agak kasian juga ngeliat orang2 ini. Mereka menjadi tidak punya rumah untuk tinggal dan entah kenapa gw jadi berpikir bahwa ini sebenarnya adalah kesalahan yang seharusnya masih dapat ditolerir oleh sebagian orang. Tapi di sisi lain, gw merasa gemas dengan tingkah orang-orang yang dengan bebasnya membangun bangunan di tempat yang  seharusnya bukan menjadi haknya! Well, ini memang masih sebatas dilema dalam hidup sehari-hari. Dimana ada kesalahan yang masih bisa diterima dengan alasan kebaikan!

Add comment Desember 20, 2008

Berhenti di usia 15 atau usia 17?

Beberapa hari sebelum ide nulis blog ini muncul, gw menjadi berpikir apakah gw sudah menjadi dewasa atau tidak? Apa indikator kedewasaan gw?

Padahal pada sebelum2nya gw sangat menyenangi keadaan psikologis gw yang bisa dibilang childish ini, susah diajak ngobrol serius, kalo ketawa suka kelewat batas, dan kadang emosi gw suka meledak-ledak walupun gw berhasil meredamnya sendiri. Tapi semakin hari, semakin banyak yang bilang kalo gw memang seperti berhenti di usia 16 taun.

Posisi lo di kantor dan pekerjaan gw, katanya, sama sekali ngga mencerminkan sifat sehari-hari gw! Terberkatilah semua orang yang mengatakan bahwa gw masih kaya anak kecil dan sifat gw masih kaya anak yang masih belum merasakan sulitnya dunia.

Padahal sih, kayanya walaupun belum semua tapi gw udah cukup merasakan pahit dan getirnya dunia.  Harusnya sih gw udah cukup dewasa dalam hal pemikiran. Tapi satu hal yang perlu gw tegaskan adalah pemikiran gw mengenai pendewasaan adalah cara pikir seseorang dalam menghadapi masalah yang gw hadapin. BAgaimana gw menghadapi masalah dan segala macam pernak perniknya! Bukan dari sifat gw yang begajulan di lingkungan teman2 sekitar.

Tapi tampaknya argumen kaya diatas memang belum bisa sama sekali meyakinkan orang lain bahwa gw sudah cukup dewasa secara psikkologis. Hmm, bener-bener pernyataan yang membingungkan bagaimana menjadi dewasa yang baik dan benar di mata orang. At least, buat gw. Gw sudah cukup dewasa walaupun masih jauh lebih banyak ke kanak2knnya dibandingkan kedewasaannya!

Hahahaha…

Akhirnya gw cuma bisa bernyanyi..

“What my age againn…”

Add comment Desember 15, 2008

Sedikit renungan di malam lebaran

Suatu hari dipertengahan bulan puasa tahun ini, saya diundang oleh seorang teman sekantor untuk melakukan buka puasa bersama disebuah restoran di tengah mall di Jakarta. Tanpa pikir panjang sayapun menyetujui ajakan tersebut! Karena dalam pikiran saya, ini mungkin akan menjadi

Pekerjaan yang semakin menggila di ranah kota Jakarta kadang sering membuat kita (termasuk saya) lebih rela menghabiskan waktu bersama teman dan pekerjaan. Kilauan hura-hura dibalik topeng niat untuk berbuka puasa bersama, sedikit melepas pemikiran dan konsep awal mengenai buka puasa itu sendiri.

Konsep berbuka puasa bersama menjadi ajang untuk melepas kangen antara teman, tidak jarang restoran-restoran berkelas menjadi venue untuk acara yang sudah miskonsepsi ini. Tapi anehnya kita semakin menikmati acara-acara seperti itu.

Padahal momen seperti ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu, maaf kalau saya sedikit menjadi menyentuh sisi spiritual saya. Tapi tahun ini dan tepatnya bulan Ramadhan taun ini merupakan bulan yang sangat membutuhkan kekuatan iman dari saya. Entah kenapa, kondisi Jakarta dan kondisi pekerjaan saya sendiri hampir membuat saya urung untuk melakukan puasa. Hmm, okelah saya mau berpuasa tapi tidak dengan kegiatan ibadah lainnya. Tampaknya saya saat ini menyatakan bahwa diri saya tidak menikmati indahnya bulan Ramadhan, padahal saya selalu berdoa saya ingin yang terbaik untuk bulan Ramadhan tahun ini.

Sebuah renungan saya kembali dan pemikiran saya kembali melayang-layang ditengah jebakan antrian kendaraan bermotor disalah satu jalan protokol Jakarta. Kalau memang bulan puasa itu penuh berkah, entah kenapa kita malah berhura-hura seperti orang yang dipenjara disiang hari dan ber-euforia dimalamnya?! Bukankah seharusnya kita merenungi semua yang sudah kita lakukan sebelum2nya? Harusnya dibulan ini kita menjadi dekat dengan semua orang yang mencintai kita, yaitu keluarga?

Tepat dua hari sebelum merayakan idul fitri, saya mendapat kabar bahwa salah satu teman sekolah saya dulu meninggal dunia. Dikarenakan sakit bawaan yang dideritanya sejak lahir, di saat itu juga saya merasa bahwa tampaknya bulan ini memang membawa berkah untuk saya. Bukan karena teman saya meninggal, tapi tampaknya saya mulai menyadari kesalahan saya selama ini.

Saya berpikir bahwa terkadang dunia ini sangat absurd, diluar akal sehat! Entah dibalik rahasiaNya, kita mungkin memang ditakdirkan untuk diatur olehNya. Saya ingat betul dulu waktu SMP, dimana teman saya itu sudah hampir menyerah untuk hidup lebih panjang. Kelainan klep jantung, membuat dia nyari memutuskan untuk berhenti bahkan keluar dari realitas hidup. Entah sudah ratusan atau ribuan kali ia menyatakan bahwa keberadaan dirinya ternyata hanya bisa menyusahkan orang banyak.

Tapi akhirnya di usia 24 tahun ia menutup ini semua dengan manis dan apa yang ia nyatakan bahwa dirinya tidak berguna. sama sekali tidak terbukti! Ia berhasil membuat orang tuanya bangga dengan berhasil membuktikan bahwa ia mampu menyelesaikan pendidikan strata 1 nya! Walaupun saya tahu, kondisi finansial keluarganya yang kurang dari istilah berkecukupan.

Sebuah kesadaran akan pentingnya arti kedewasaan untuk seseorang yang baru akan mengenal dunia nyata. Ternyata memang Tuhan tidak akan memberikan jawaban atas do’a-do’a saya dan ternyata tidak ada satupun do’a yang saya panjatkan terkabul. Tapi Tuhan ternyata memberikan sesuatu yang menunjukkan jawaban ini semua secara absurd.

1 comment Oktober 18, 2008

Lets think about our life!

Fuuh, sudah beberapa minggu belakangan ini rhytm kehidupan saya menjadi sangat kacau. Aktifitas harian disebuah Bank milik kapitalis Asia membuat saya harus rela merelakan beberapa hal penting dan hobi saya.

Tapi ya sudahlah, tapi selama beberapa minggu ini ada banyak sekali hal menarik yang bisa saya tuliskan disini. Dan ada satu hal yang sangat-sangat menggelitik pemikiran saya beberapa hari belakangan ini.

Jadi pada suatu sore, di suatu sesi ‘kumpul2′ menghabiskan peraturan yang katanya mengurangi kemacetan, disebuah warung kecil. Teman saya menanyakan suatu hal yang nantinya akan menjadi perdebatan panjang tanpa hasil disore ini. “Guys, menurut kalian mana yang lebih jahat? Ryan ‘the penjagal’ atau koruptor?

Tentu saja pertanyaan ini menjadikan kita semua, khalayak yang menghadiri forum kecil itu menjadi tertawa sekaligus berpikir untuk menjawab pertanyaan aneh itu. Setelah sesi tertawa dan diselingi oleh tegukan es teh manis, akhirnya saya membuka jawaban dengan mengajukan pertanyaan balik, “Yang lebih jahat atau lebih sadis?”

“Lho, terus apa bedanya?”

“Tentu aja beda. Dalam konteks pengertiannya aja beda!”

Setelah itu, akhirnya saya membulatkan suara saya untuk mengatakan bahwa Ryan-lah yang paling jahat diantara dua aktor yang dinominasikan dalam pertanyaan itu. Alasannya tentu saja gampang, Ryan dengan sangat sukses dan dingin sudah menghabisi hampir 40 umur manusia dengan tangannya. Dengan dalih dia adalah gay yang cacat jiwa, dengan santainya dia bisa menghabisi semua teman2 ‘pergumulan’nya dan lawan2 cintanya. Luar biasa bukan?!

Salah seorang teman saya merasa sependapat dengan saya, sampai akhirnya ada satu orang yang mengatakan keberatannya dengan mengatakan bahwa koruptor lah yang paling jahat dibandingkan ryan. Alasannya kurang lebih sama dengan apa yang saya pikirkan sebelumnya. Bahwa koruptor yang menyengsarakan rakyat dengan melakukan penggelapan dana yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat. Selain itu, aksi pembantaian ryan juga sebenarnya merupakan efek domino dari aksi korupsi yang dilakukkan oleh2 orang itu. Aksi korupsi semakin membuat buruk ekonomi rakyat, dan rakyat merasa terjepit dengan himpitan kemiskinan dan dorongan kebutuhan ekonomi yang semakin melangit. Semakin tingginya himpitan yang menjepit ini membuat sebagian orang merelakan pemikiran jangkan panjangnya untuk mencari jalan pintas untuk menuntaskan beban yang ada dihati dan hari mereka.

Jadi intinya adalah, membunuh adalah salah satu solusinya!?

Hehehe, mendengar suatu hipotesa sontak kami semua menjadi berpikir, kalau memang hipotesa itu bener? Jadi memang sepertinya ini semua jadi sebuah himpunan lingkaran setan. Dimana semuanya berawal dari niat jahat manusia dan ego manusia itu sendiri!

Add comment Agustus 23, 2008

TOLAK BBM NAIK?! Atau… ?!

Sebenernya gw punya pandangan tersendiri terhadap kebijakan pemerintah menaikkan BBM. Awalnya gw selalu beropini mengenai teori-teori ini dihadapan temen-temen gw (yang notabene sama tololnya dengan gw), dan lagi gw agak terlalu cuek dengan masalah ini. Bukannya karena gw tidak peduli dengan masyarakat miskin atau antek-antek pemerintahan (Sumpah… gw bukan anak anggota DPR/MPR, menteri, ataupun presiden. Gw masyarakat Indonesia yang biasa dan sangat-sangat biasa), tapi gw jadi sedikit tergugah dengan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan masalah kenaikkan BBM ini ditambah dengan para ‘mahasiswa’ yang mencoba membuka kembali tragedi Mei 98 dengan mencoba membentuk kerusuhan yang tidak wajar dan tidak masuk akal.

KEnaikkan BBM dinilai dari sudut pandang manapun memang sudah wajib hukumnya! Dibantu oleh semakin menggilanya harga minyak dunia per BArrel ditambah lagi sistem penetapan harga bensin yang ‘katanya’ memakai sistem hukum pasar, harga BBM di Indonesia memang sudah tidak masuk akal murahnya. Memang murah disini bukan berdefinisi ‘mudah dibeli/harganya yang rendah’ tapi yang gw maksudkan adalah beban negara dalam APBN yang semakin tinggi. Bayangkan ada perhitungan bahwa BBM yang kita konsumsi sekarang (yang disubsidi) mencapai angka yang sudah tidak bisa ditolerir lagi oleh APBN dan negara kita terancam untuk berhutang lagi untuk menutupi beban ini.

Nah, disini memang sangat banyak kesalahan yang negara kita lakukan! Kurangnya komunikasi pemerintah untuk membuka jalur dengar pendapat terhadap masyarakat, menjadikan kebijakan BBM ini seperti kebijakkan yang ZALIM untuk yang tidak mengetahui apa dan kenapa yang terjadi dibelakang kebijakan ini. Dan hati gw semakin miris ketika banyak pejabat yang memanfaatkan hal ini untuk menambah kekuatan dalam PilPres mendatang, dimana (yang gw yakin dia sudah mengetahui latar belakang serta tujuan/manfaat dari kebijakkan ini) turut sumbang suara bahwa kebijakkan kenaikkan BBM ini adalah hal yang ZALIM! Hehehe, kalo pengen tau siapa aja?! silahkan tinggalkan komen dibawah. Lalu kesalahan kedua adalah dimana buruknya sistem perekonomian makro negara kita, dimana harga BBM (bahkan dengan isu saja), bisa meng-trigger kenaikkan harga bahan pokok lainnya. Sistem yang bodoh bukan, dimana harga BBM dijadikan acuan untuk menentukan pasar seluruhnya..

Selain itu yang membuat mataku semakin terbuka lebar dari yang sebelumnya kecil dan penuh kantuk adalah aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa beberapa hari belakangan ini. Demo yang lebih menjurus ke arah brutal dan tidak menentu arahnya ini, malah membuat masyarakt menjadi antipati terhadap aksi mahasiswa yang dikenal heroik untuk masalah bela-membela masyarakat Indonesia. Tapi apa yang dilakukan mahasiswa yang di Cawang itu malah membuat beberapa lapisan masyarakat jadi antipati dan lebih buruk ada beberapa pihak masyarakat yang menyatakan ‘ogah’ untuk menaruh simpati terhadap aksi tersebut!

Dan untuk beberapa pihak banyak juga yang menyalahkan pemerintahan untuk kebijakan tersebut! Memang bukan kesalahan kalau ada beberapa pihak yang tidak setuju atau bahkan menolak kenaikkan BBM itu, tapi yang gw soroti adalah MENGAPA SEMUA ORANG YANG MENYATAKAN TIDAK SEPENDAPAT DENGAN KEBIJAKAN ITU TIDAK MEMBERIKAN SOLUSI??

Add comment Juni 2, 2008

YOI BBM Naek lagi!

Keputusan pemerintah Indonesia untuk menaikkan BBM bukan merupakan isu baru lagi, tapi tampaknya masih anget untuk gw bahas. Selain menjadi bahan perbincangan hangat di lingkungan gw dan keluarga gw, ternyata orang2 Indonesia banyak yang memanfaatkan kondisi kaya gini untuk kepentingannya masing-masing.

Tapi menurut pandangan gw, (gw ambil dari sudut pandang gelar MM yang baru gw peroleh beberapa minggu belakangan, sombong nih ceritanya) kenaikkan BBM memang diperlukan untuk menekan harga laju minyak dunia yang semakin mahal dan melangit seperti harga duren dan cabe. Kabar terakhir yang gw terima adalah berkisar $120/barrel, ini menurut gw sudah keterlaluan sekali. Apalagi negara kita sangat bergantung sekalli dengan apa yang dinamakan BBM atau asupan minyak bumi! Khusunya JAkarta, harga BBM merupakan indikator inflasi barang-barang kebutuhan pokok. Yang alasan klisenya adalah BBM merupakan suatu bahan baku tak tergantikan dalam setiap distribusi semua barang.

Ditambah lagi APBN kita udah ga cukup lagi untuk ngumpanin masyarakat dalam nutupin pembelian minyak bumi dari negara penghasil (perlu dicatat bahwa kita bukan lagi negara penghasil minyak bumi), ngebuat negara harus memerahkan neraca untuk menutup kerugian tersebut. Akibatnya negara mungkin akan berhutang lagi. Dan jelas ini sangat merugikan negara, bukan ga mungkin negara akan kehilangan ‘nama baik’nya di mata investor asing. Ini juga akan berimplikasi pada tatanan perekonomian kita di jangka panjang, hilangnya minat investor, turunnya suku bunga nasional, dan akhirnya naiknya tingkat inflasi secara tajam. Harga naik, perusahaan banyak yg tutup, makin banyak pengangguran, meningkatnya kebodohan, dan BOOM hancur sudah negeri kita.

Tapi ada satu yang bikin gw gemas dari carut marutnya kondisi ini, yaitu mulai banyaknya intensi pribadi yang menginginkan kenaikkan BBM ini hanya untuk kepentingan bisnis semata. Dan terkesan jauh dari melindungi rakyat kecil, dimana kenaikkan BBM dimanfaatkan untuk menaikkan harga produksi suatu barang menjadi setinggi langit dengan alasan BBM yang juga naik. Padahal BBM naik hanya sekian persen, tapi kenaikkan itu dimanfaatkan dengan menaikkan harga barang menjadi berkali-kali lipat.

Lalu ga berhenti disitu, banyak juga politisi yang menyebarkan isu bahwa kenaikkan BBM adalah usaha pemerintah untuk semakin menyudutkan masyarakat kelas bawah. Dan berusaha untuk melawannya dengan harapan menaikkan nama mereka untuk pemilu tahun depan. Cuih, menjijikkan.. Padahal mereka sendiri mengetahui bagaimana dilema yang sedang dihadapi negara ini!

Dan yang terakhir adalah mahasiswa yang sibuk berdemo untuk menentang kenaikkan BBM, mungkin kalau kita melihat dari satu sudut pandang tindakannya memang masuk akal dan heroik. Tapi kalau kita buka sudut pandang lain, aksi mahasiswa itu terlihat seperti aksi yang mengada-ada. Harusnya mereka mengetahui kondisinya dan beraksi dengan melakukan sesuatu yang dapat membantu. Bukannya teriak-teriak atau berorasi menetang kebijakan tersebut. Harusnya mereka sadar dan  mengetahui bagaimana dampak jangka panjang yang mungkin timbul karena tidak dinaikkan harga BBM itu kepada negara.

Lalu kalau ditanya apa tindakan gw? gw juga ga bisa menjawab, satu2nya cara adalah mulai sekarang gw mencoba untuk menghemat konsumsi BBM di negara ini. Meminjam istilah dari MTV “START IT FROM YOURSELF” dimana gw mencoba untuk diri gw sendiri, dan gw harap orang lain bisa saling mendukungnya!

Add comment Mei 15, 2008

Jalan berlubang seperti Bulan

Jakarta sudah seperti di Bulan?

Gw salah satu orang yang mendengar salah satu dosen master gw kemarin. Dia bilang kalau sebenernya Jakarta sudah ga cocok lagi dijadikan ibukota negara. Selain budayanya yang sudah multikultur terbilang sangat baik tatanannya, tapi kota ini sudah tidak bisa lagi disebut kota pusat pemerintahan!

Lanjutnya lagi, jalan ibukota itu ibaratnya adalah urat nadinya perekonomian kota tersebut. Apalagi di Jakarta, hampir semua jalur distribusi yang digunakan semuanya menggunakan jalur darat. Dan sekarang lihat kondisinya? Jalan berlubang hampir disetiap sudut kota, belum lagi kontru jalan yang agak bergelombang, dan masalah yng terakhir adalah mengenai bahan baku pembuatan jalan yang sangat merugikan pengguna jalan (pemakaian beton).

Dari sini gw jadi berpikir sesuatu, sebenarnya apa yang salah di JAkarta ini? Padahal sekitar dua tahun silam, keadaanya tidak begini. Dan jakarta menurut masih nyaman untuk urusan jalanan. Tapi kenyataan memang berkata lain, kemacetan diperparah bukan karena faktor semakin sesaknya mobil dan pengendara motor tapi ditambah dengan banyaknya dan semakin panjangnya antrian mobil2 yang berhati2 melewati jalan berlubang.

Contoh adalah antrian di terowongan prumpung arah ke Kasablanka, gw akhirnya mengalami pengalaman mengerikan tersebut baru baru ini. Antrian di jam 7 pagi itu hampir sekitar 800 meter panjangnya! Udah gitu penderitaan gw ga sampai disitu, lubang dimulut terowongan hampir sekitar 20 cm! Dan walhasil chasis mobil Aerio gw nge-’gesrok’ dengan cantik!

Tapi kenapa yah? Harusnya di kota yang bertajuk daerah khusus ibukota ini kondisi jalannya mulus seperti kulit bayi tapi nyatanya masih kaya di pedesaan yang ga keurus?

Mestinya kita malu dengan diri kita sendiri bukan?

1 comment Mei 13, 2008

Idola Cilik, semakin dewasa jadinya

Baru kemarin gw akhirnya berhasil menonton acara yang bertajuk Idola Cilik di salah satu televisi swasta. Setelah berhasil diracuni ama nyokap, kakak, dan pacar sendiri. Agak males juga ngeliat anak2 kecil yang bermimpi menjadi artis dengan mengikuti konsep ‘idol’!

Cuma akhirnya dengan berat hati akhirnya gw nonton juga. Oke menit pertama, gw diberikan introduksi dulu dari penonton yang setia yaitu nyokap dan kakak gw. Setelah itu gw juga mendapatkan sedikit tutorial kira-kira kontestan mana yang patut untuk dijagokan dalam ajang ini dari pacar gw. Setelah gw menonton hampir keseluruhan acara akhirnya mata gw mulai sembab dan berat dikarenakan mengantuk. Selain itu gw jadi sedikit berargumentasi dengan beberapa penonton setia acara tersebut.

Gw berpendapat bahwa acara ini sebenarnya agak tidak patut untuk disiarkan secara nasional dan sekaligus tidak mendidik anak-anak Indonesia. Alasannya adalah gw kurang setuju atas menamakan unsur drama anak-anak menjadi aset hiburan dan bisnis. Liat aja pada salah satu kotestan yang memang kebetulan dia adalah orang yang tidak mampu dan orang tuanya berharap bahwa melalui ajang ini sang anak akan mendapatkan hadiah utama dari ajang ini dan membantu perekonomian keluarganya. Menurut gw tidak seharusnya anak-anak usia 7-14 tahun yang menjadi target audiens acara ini menikmati keharubiruan dari drama kehidupan.

Dan tampaknya hal ini yang menjadi pusat keprihatinan gw selama menonton acara ini, kenapa semua lagunya berasal dari lagu top 40 remaja?? Sebutlah Nidji, Samsons, The Rock, bahkan sampai ada beberapa lagu cinta populer yang dijadiin pilihan adik2 manis kontestan ini. Luar biasa?

Padahal jaman gw seumuran bgtu, gw taunya cuma lagu “AKU SEORANG KAPITEN”. Bahkan lagu itu selalu menjadi lagu pamungkas kalo gw disuruh nyanyi didepan kelas, gw nyanyikan lagu itu dengan gagah berani dan lengkap dengan koreografinya!

Tapi mungkin ini akibat dari semakin lajunya arus informasi, dimana setiap tv dan industri musik terlalu sibuk buat nyiarin acara2 musik yang targetnya adalah remaja dan dewasa. Sehingga anak2 sekarang lebih kadung menyukai lagu top 40 dibandingkan lagu anak2 populer. Atau mungkin lagu2 anak populer sekarang agak kurang bernilai dari segi skill bernyanyi?! Coba deh bayangin jaman dulu, ingetlah waktu jaman Melisa ‘Abang Tukang Baso’, atau Cikita Meidy ‘cit..cit..cuit’! Masya Alloh, kalo diinget-inget lagi agak lucu juga karena mereka nyanyinya tanpa penghayatan dan datar ‘abis’! Tapi yang menjadi nilai positifnya adalah lagu-lagu itu mempunyai nilai positif terhadap perkembangan mental anak2 kecil. Dibandingkan dengan anak2 kecil yang menyanyikan lagu cinta? hehehe, konyol aja!

Dampaknya yang mungkin terjadi bahwa anak-anak kecil kita sudah dijejali dengan materi lagu cinta ataupun lagu2 dewasa adalah biar nanti dewasanya mereka sudah biasa mengalami penderitaan cinta dan terus menerus terpuruk dalam cinta. Hehhe.. ga jelaas!

6 comments Mei 1, 2008

Previous Posts


Klik tertinggi

Tulisan Terakhir

Halaman

Flickr Photos

Breaking the mold

Round and Round

I ♥ fridays!

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.